Posts filed under 'Jendela hati'

Surga : Dijaminkah manusia memasukinya..???!

kabah0013

Beberapa hari kemarin terjadi pardebatan kecil di tempat kerja saya. Bukan tentang pekerjaan yang kami geluti selama ini, tapi menyangkut tentang agama dan kepercayaan. Dua orang teman kerja saya, mereka sedang berdebat tentang sebuah pertanyaan yang sebetulnya pertanyaan ini sudah jelas jawabnya dan merupakan sebuah pertanyaan yang mungkin sudah sering diperdebatkan. ” Ada jaminan ngga manusia masuk surga ?’ masalah itulah yang kemarin mereka berdua perdebatkan. Perdebatan itu sebenarnya diawali dari pembicaraan mengenai halal atau tidaknya rokok. Yang kemudian berlanjut dengan perdebatan dijamin tidaknya manusia masuk surga bagi manusia.  Saya kebetulan saat itu sedang menyelesaikan pekerjaan saya dan duduk menbelakangi mereka berdua. Sambil mengerjakan pekerjaan, saya diam – diam nguping percakapan mereka. Inilah sebagian percakapan mereka berdua,

” Menungso iku ga dijamin mlebu surgo, ga ono tulisan neng Al Quran sing njamin menungso mlebu surgo ! “ ( Manusia itu tak dijamin masuk surga, tidak ada tuliasn / ayat di Al Quran yang menjamin manusia masuk suga ! ), itu pendapat teman saya yang pertama, dilontarkan dengan tegas dan nada cukup keras.

” Mosok direwangi sujud nganti njungkir walik ga ono jaminan mlebu surgo ?!”

( Masa sudah sujud / sholat jungkir balik tidak ada  jaminan masuk surga ?!” ) teman saya yang menjadi lawan bicaranya menjawab dengan nada keras pula.

” Yo pancen ngono, meskipun sholat tenanan ya ga ono jaminan mlebu surgo. (lagi…)

3 comments Maret 9, 2009

Nilai Emas

emas1

Disebuah seminar yang diikuti sekitar 100 orang, seorang pembicara yang dermawan memulai pidatonya dengan menawarkan selembar uang 100 ribuan kepada peserta seminar.

” Siapa yang mau saya beri uang ini silahkan angkat tangan ? ” katanya.

Dan seketika itu pula hampir seluruh peserta mengangkat tanganya keatas.

” Oo..banyak juga tenryata yang menginginkanya ? ” kata pembicara yang dermawan itu.

” Baiklah jika begitu saya akan melakukan hal ini dulu ” . kemudian dia menyobek – nyobek uang kertas 100 ribuan tersebut menjadi sobekan kacil – kecil yang berjumlah hampir 100 sobekan.

” Nah, sekarang siapa yang menginginkan uang ini lagi ? ” tanya pembicara itu lagi kepada peserta.

Dari seluruh peserta yang yang ada tidak satupun yang mangangkat lagi tanganya.

Kamudian pembicara dermawan tersebut mengambil sekeping logam emas dari dalam sakunya dan menawarkanya lagi kepada peserta seminar.

” Siapa yang mau logam emas ini silahkan angakat tangan ? ” teriaknya.

Dan seketika itu juga seluruh  peserta mengangkat tanganya keatas.

” Baiklah, sebelumya saya akan melakukan ini dulu ” kata sang pembicara dermawan sambil melipat – lipat keping logam emas itu dan menekuk – nekuknya hingga tak berbentuk lagi.

” Sekarang siapa yang menginginkan ini silahkan angkat tangan ” teriak pembicara dermawan sambil mengangkat keping logam emas yang sudah tak berbentuk itu keatas. Dan seketika itu juga hampir semua peserta seminar mengangkat tanganya keatas, tanda masih menginginkan logam emas yang sudah tak berbentuk itu.

Begitulah nilai emas, meskipun sudah kucel tak berbentuk tapi tetap bernilai tinggi dan diminati banyak orang. Begitulah juga  seharusnya dengan diri kita, meskipun  sudah terlukai dan hancur  oleh masa lalu  yang suram tidak seharusnya kita menjadi minder dan merasa tak bernilai dalam mengarungi sisa hidup. Ingatlah nilai diri kita bagaikan emas, yang tetap bernilai tinggi meski pernah terluka dan hancur di masa lalu. Jalani hidup dengan kepala tegak, lupakan masa lalu dan semua kepahitan yang pernah  singgah  dalam hidup ini. Tetap semangat !!!.

1 comment Februari 1, 2009

Teruslah berjuang saudaraku

yasin-dan-anak-anak

Kau cucurkan air matamu

tapi mereka tak peduli

Kau keraskan suara tangismu

seakan telinga mereka buntu

tak peduli dan tak peduli…

Malam yang kian larut

harusnya kau lalui dengan lelap tidurmu

dengan mimpi – mmipi indahmu

didekap hangat lengan ibumu

tapi mereka tak peduli…

Ledakan senapan, dentuman meriam,

gemuruh barisan tank, dan lengkingan jet – jet tempur

seakan jadi sahabat karibmu

biadab, dan sangat biadab mereka

Kawan, sahabat, dan semua saudaraku

tenanglah, hentikan tangismu, hentikan jeritanmu

percayalah kalian tak akan pernah jatuh

kalian takan pernah habis

berjuanglah dan terus berjuang

Zionis akan mati, mereka ta’kan abadi

Alloh kan selalu menyertai kalian

wahai saudaraku, warga Palestina…

1 comment Januari 18, 2009

Nasibmu Pemulung

Terpasangnya tulisan peringatan seperti yang tampak pada gambar di samping seringkali diawali dari prasangka buruk terhadap obyek yang diperingatkan. Contohnya pemulung, mereka dianggap suka mengambil barang orang ( mencuri ) selain memulung barang bekas. Tentu saja hal ini sangat tidak adil bagi mereka, terutama bagi mereka yang sejatinya benar – benar hanya ingin mengais nafkah dari sisa – sisa sampah yang telah dibuang. Memang ada saja beberapa oknum nakal yang mengambil kesempatan memanfaatkan profesi mereka sebagai seorang pemulung untuk sedikit “mencari keuntungan” dengan mengambil barang – barang yang masih dipakai pemilik / belum dibuang, tapi tentunya tidak semua pemulung mempunyai tabiat jahat seperti itu, banyak dari mereka yang benar – benar menjalankan profesi mereka sebagai pemulung sejati ( benar – benar mangambil barang yang sudah dibuang ).

Selain pemulung tertulis juga peringatan terhadap salesman atau orang yang menawarkan barang – barang dagangan mereka ke rumah – rumah ( door to door ). Hal ini terasa aneh bagi saya, apa salahnya seorang salesman (lagi…)

Add comment Oktober 20, 2008

Membedakan Zionisme Dari Yahudi

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, sikap toleransi yang wajib diperlihatkan kaum Muslimin terhadap orang-orang ahli kitab telah terbukti sepanjang sejarah Islam. Selama berabad-abad, umat Islam memperlakukan kaum Yahudi dengan sangat bersahabat dan mereka menyambut persahabatan ini dengan kesetiaan. Namun, hal yang telah merusak keadaan ini adalah Zionisme.

Zionisme muncul pada abad ke-19. Dua hal yang menjadi ciri menonjol Eropa abad ke-19, yakni rasisme dan kolonialisme, telah pula berpengaruh pada Zionisme. Ciri utama lain dari Zionisme adalah bahwa Zionisme adalah ideologi yang jauh dari agama. Orang-orang Yahudi, yang merupakan para mentor ideologis utama dari Zionisme, memiliki keimanan yang lemah terhadap agama mereka. Bahkan, kebanyakan dari mereka adalah ateis. Mereka menganggap agama Yahudi bukan sebagai sebuah agama, (lagi…)

1 comment Oktober 9, 2008

Previous Posts


KLIK DISINI ! DAPATKAN RIBUAN DOLLAR, GARTIS !!!

KoMpuTErMU

IP
Orang yang memiliki kesempatan membaca adalah orang yang bahagia. Karena dia bisa memetik bunga dari taman alam semesta, bisa berkeliling mengitari keajaiban dunia dan bisa melipat waktu dan tempat. ( La Tahzan )

Goresan terakhir

kAteGorI tULiSaN

Tanggapan Mereka

doni di Saatnya mudik……
joe di Kuamang Kuning lahan inve…
yans"dalamjeda" di Saatnya mudik……
SUGITO di Kuamang Kuning lahan inve…
Puput wahyu h di Kuamang Kuning lahan inve…

Coretan Teratas

Blogbox
Average rating
Create your own Blogbox!

RSS Gangs Kapak Community

RSS Detik dot com

RSS Detik Bola

Arsip

Daftar Blog

General

rumah singgah