Posts filed under 'nge-Gombal'
Nilai Emas

Disebuah seminar yang diikuti sekitar 100 orang, seorang pembicara yang dermawan memulai pidatonya dengan menawarkan selembar uang 100 ribuan kepada peserta seminar.
” Siapa yang mau saya beri uang ini silahkan angkat tangan ? ” katanya.
Dan seketika itu pula hampir seluruh peserta mengangkat tanganya keatas.
” Oo..banyak juga tenryata yang menginginkanya ? ” kata pembicara yang dermawan itu.
” Baiklah jika begitu saya akan melakukan hal ini dulu ” . kemudian dia menyobek – nyobek uang kertas 100 ribuan tersebut menjadi sobekan kacil – kecil yang berjumlah hampir 100 sobekan.
” Nah, sekarang siapa yang menginginkan uang ini lagi ? ” tanya pembicara itu lagi kepada peserta.
Dari seluruh peserta yang yang ada tidak satupun yang mangangkat lagi tanganya.
Kamudian pembicara dermawan tersebut mengambil sekeping logam emas dari dalam sakunya dan menawarkanya lagi kepada peserta seminar.
” Siapa yang mau logam emas ini silahkan angakat tangan ? ” teriaknya.
Dan seketika itu juga seluruh peserta mengangkat tanganya keatas.
” Baiklah, sebelumya saya akan melakukan ini dulu ” kata sang pembicara dermawan sambil melipat – lipat keping logam emas itu dan menekuk – nekuknya hingga tak berbentuk lagi.
” Sekarang siapa yang menginginkan ini silahkan angkat tangan ” teriak pembicara dermawan sambil mengangkat keping logam emas yang sudah tak berbentuk itu keatas. Dan seketika itu juga hampir semua peserta seminar mengangkat tanganya keatas, tanda masih menginginkan logam emas yang sudah tak berbentuk itu.
Begitulah nilai emas, meskipun sudah kucel tak berbentuk tapi tetap bernilai tinggi dan diminati banyak orang. Begitulah juga seharusnya dengan diri kita, meskipun sudah terlukai dan hancur oleh masa lalu yang suram tidak seharusnya kita menjadi minder dan merasa tak bernilai dalam mengarungi sisa hidup. Ingatlah nilai diri kita bagaikan emas, yang tetap bernilai tinggi meski pernah terluka dan hancur di masa lalu. Jalani hidup dengan kepala tegak, lupakan masa lalu dan semua kepahitan yang pernah singgah dalam hidup ini. Tetap semangat !!!.
1 comment Februari 1, 2009
mau ngapain ???
1 comment Oktober 23, 2008
Murahnya Memasang Iklan
Siang tadi saya menyempatkan diri berjalan – jalan di salah satu sudut kota Madiun bersama seorang teman saya. Inilah salah satu hasil jalan – jalan saya siang tadi :
Pemandangan seperti ini sudah tidak asing lagi bagi mata kita, sebuah iklan yang yang dipajang seenaknya saja disembarang tempat. Bagi si pemasang iklan memang hal ini sangat efisien, bisa beriklan dengan murah meriah tanpa mengeluarkan dana yang berlebihan, cukup bermodal paku, kertas dan sebuah tulisan, tinggal pasang di pinggiran jalan jadilah sebuah iklan pemasaran. Sepele sekali memang, tapi jika iklan – iklan yang dipasang seperti ini semakin banyak menghiasi pinggiran jalan tentu saja akan merusak pemandangan kota. Pepohonan di pinggir jalan yang seharusnya lebih memperindah tatanan kota menjadi tidak sedap lagi dipandang.
Biasanya iklan – iklan di pinggir jalan sepreti ini akan semakin menjamur saat menjelang Pemilu atau
Pilkada, berbagai poster, baligo, spanduk, dipasang sembarangan dan terkesan sangat tak beraturan menghiasi sudut – sudut kota.
Tidak hanya dipinggiran jalan saja, tapi di berbagai tempat, seperti di dalam kendaraan umum, fasilitas umum, bahkan sekolah – sekolah juga kadang terpasang iklan – iklan yang berbau politik. Agak sulit memang memecahkan permasalahan yang kompleks seperti ini, memerlukan kerjasama dan peran serta banyak pihak, terutama kesadaran mayarakat itu sendiri.
Bagaimana menurut anda ?
Add comment Oktober 12, 2008
Safety di Jalan Raya
Add comment Oktober 11, 2008






