Duhai perempuan….kau pantas kusayangi.

Juni 30, 2008 at 11:32 am Tinggalkan komentar

Lelaki itu berjalan gontai menuju sebuah rumah di ujung jalan, dengan raut muka melas dan sedikit agak kesal. Sampai dirumah yang dituju dia berhenti agak jauh didepan pintu, ia terdiam sejenak. Dari dalam rumah sayup – sayup terdengar suara ribut-ribut, dia langkahkan kakinya sedikit mendekat didepan pintu, dari situ ia jelas melihat seorang lelaki perkasa dengan wajah tertunduk dan seorang wanita sedang marah – marah didepanya. Lama ia memperhatikan keributan itu, setelah wanita itu terdiam dari amarahnya sang lelaki perkasa itu kemudian berdiri, dengan perlahan dia mendekati wanita itu, membelai rambutnya sambil membisikan kata mesra di dekat daun telinganya ” Aku minta maaf sayang..”, kemudian ia mencium mesra kening wanita itu.

Melihat adegan itu kemudian ia berbalik arah dan beranjak pergi dari hadapan pintu, namun…dari arah belakangnya terdengar suara menyeru ” Hai kisanak ada perlu apa denganku ? “ panggil lelaki perkasa itu dari dalam rumahnya. Ia menghentikan langkahnya kemudian berbalik dan berkata ” Sebelumnya maafkan saya panglima, saya telah lancang mendengar dan melihat pertengkaran di keluarga anda “.

” Tidak apa – apa kisanak, ada perlu apa datang kerumahku ? “ tanya lelaki perkasa itu.

” Sebenarnya aku kesini ingin mengadukan sesuatu hal kepada anda, tadi dirumah istriku marah – marah kepadaku, aku kesal sekali hingga kami sedikit bertengkar, istriku kadang marah – marah tanpa alasan yang dapat aku pahami. Tapi setelah aku melihat yang terjadi pada anda, aku sangat heran mengapa seorang panglima perkasa seperti anda yang selalu ganas di medan perang tertunduk lesu dihadapan istri saat dimarahi ? Istri anda marah melebihi kemarahan istriku kepadaku. aku benar – benar heran dengan yang terjadi pada anda ?” kata lelaki itu.

Kemudian dengan nada lembut lelaki perkasa itu menjawab ” Istriku berhak marah kepadaku dan aku berkewajiban mendengarkan segala amarahnya, karena dialah yang sangat mencintaiku, memasakan makanan untuku, mencuci pakaianku, melahirkan buah cintaku dan selalu memberi dukungan sebelum aku terjun ke medan laga “.

” Sungguh besar kesabaran anda panglima “ sahut lelaki itu.

” Begitulah perempuan, kadang perasaanya sulit dipahami, dia bisa sejinak merpati, seindah burung merak, seharum bunga, tapi dia bisa seganas singa dan setajam cakar elang. Namun dengan sepenuh cinta cobalah mengerti perasaan mereka “ kata panglima dengan penuh pujian.

Entry filed under: Cerita, Jendela hati, Lamunan, nge-Gombal. Tags: .

oo…… Team-ku 2005 – 2006

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


KLIK DISINI ! DAPATKAN RIBUAN DOLLAR, GARTIS !!!

KoMpuTErMU

IP
Orang yang memiliki kesempatan membaca adalah orang yang bahagia. Karena dia bisa memetik bunga dari taman alam semesta, bisa berkeliling mengitari keajaiban dunia dan bisa melipat waktu dan tempat. ( La Tahzan )

Goresan terakhir

Blogbox
Average rating
Create your own Blogbox!

RSS Gangs Kapak Community

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Detik dot com

RSS Detik Bola

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip


%d blogger menyukai ini: