Mengelola Uang THR ( Tunjangan Hari Raya )

September 11, 2008 at 10:25 am 1 komentar

Pandaan– Dua pekan menjelang lebaran biasanya perusahaan sudah membagikan tunjangan hari raya (THR). Tapi sayang banyak dana THR menguap untuk keperluan yang tidak begitu penting. Jangankan memikirkan untuk menabung dari dana THR, membuat hari-hari usai lebaran tidak nombok saja sulit.
Lalu bagaimana mengelola dana THR agar pengeluaran ketika puasa dan lebaran tidak terlalu membengkak? Apa bisa dana THR digunakan untuk investasi?
THR merupakan tambahan pendapatan yang diperoleh di luar gaji. Seyogyanya, jika dengan gaji bulanan saja kebutuhan pengeluaran bisa teratasi maka dengan tambahan THR tentunya ada kelebihan dana yang bisa disimpan.
Namun apa boleh dikata, kalau puasa dan lebaran malah membuat kebutuhan konsumsi membengkak. Apalagi yang berencana mudik ke kampung halaman yang biasanya memanfaatkan betul dana THR yang didapat.
Tapi kini saatnya Anda mengubah gaya hidup di bulan puasa dan lebaran agar tidak terlalu konsumtif. Sehingga dana THR yang didapat lebih punya makna ketimbang dibelanjakan yang ujungnya juga akan habis dalam sekejap.

Berikut cara bijak untuk mengelola dana THR:

1. Buatlah daftar kewajiban apa saja yang sedang Anda tanggung, apakah memiliki utang atau harus membayar asuransi yang jatuh tempo. Ingat juga kewajiban membayar THR untuk orang yang bekerja di rumah.

2. Jika Anda memiliki utang yang belum terbayar bisa menggunakan sebagian THR untuk melunasinya. Konsekuensinya memang Anda tidak bisa menikmati THR untuk belanja banyak. Tapi bukankah dengan begitu Anda lebih lega tidak memiliki utang lagi dan tidak perlu repot menyisihkan dana untuk bayar utang.

3. Sisihkan dulu kebutuhan membayar zakat, sedekah atau berbagi dengan orang-orang yang membutuhkan.

4. Beli keperluan makanan untuk puasa dan lebaran dengan tidak berlebihan. Lebaran juga tidak harus selalu memakai pakaian baru sehingga biaya untuk baju baru bisa dikurangi.

5. Siapkan anggaran untuk mudik. Karena terkadang ongkos mudik menggunakan bus, kereta, pesawat lebih tinggi saat lebaran. Sediakan juga dana selama di kampung halaman.

6. Bagi pasangan yang bekerja tentu mendapatkan THR dobel. Buat kesepakatan, misalnya THR suami untuk keperluan lebaran dan THR istri ditabung atau investasi di reksa dana atau ORI yang risikonya lebih kecil.

7. Biasakan menyisihkan dana THR misal 10% untuk menabung.

Umumnya pada saat puasa banyak rumah tangga yang menyediakan jenis makanan manis yang berlebih seperti kolak, sirup, kue-kue. Anda bisa lebih menghemat dengan menyajikan satu jenis makanan manis saja untuk berhemat.

Perlu diingat, biasanya saat lebaran dana yang digunakan habis-habisan. Nah jangan sampai terulang lagi kejadian habis lebaran malah tak punya uang. Sementara gajian bulan beikutnya masih lama.

Selamat mengelola THR

(Sumber : detikfinance.com)

Entry filed under: nge-Gombal. Tags: .

Medali pertama Indonesia di Olympiade Beijing Pria dan Wanita

1 Komentar Add your own

  • 1. Nadiah Alwi  |  September 12, 2008 pukul 9:11 am

    Psst hari ini ada sesi tanya jawab pengelolaan THR loh di http://astro-oasis.com pk. 15.00 – 16.00 WIB bersama Bp. M. Syafii Antonio. Jangan lupa yaaa…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


KLIK DISINI ! DAPATKAN RIBUAN DOLLAR, GARTIS !!!

KoMpuTErMU

IP
Orang yang memiliki kesempatan membaca adalah orang yang bahagia. Karena dia bisa memetik bunga dari taman alam semesta, bisa berkeliling mengitari keajaiban dunia dan bisa melipat waktu dan tempat. ( La Tahzan )

Goresan terakhir

Blogbox
Average rating
Create your own Blogbox!

RSS Gangs Kapak Community

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Detik dot com

RSS Detik Bola

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip


%d blogger menyukai ini: