Nasibmu Pemulung

Oktober 20, 2008 at 1:44 pm Tinggalkan komentar

Terpasangnya tulisan peringatan seperti yang tampak pada gambar di samping seringkali diawali dari prasangka buruk terhadap obyek yang diperingatkan. Contohnya pemulung, mereka dianggap suka mengambil barang orang ( mencuri ) selain memulung barang bekas. Tentu saja hal ini sangat tidak adil bagi mereka, terutama bagi mereka yang sejatinya benar – benar hanya ingin mengais nafkah dari sisa – sisa sampah yang telah dibuang. Memang ada saja beberapa oknum nakal yang mengambil kesempatan memanfaatkan profesi mereka sebagai seorang pemulung untuk sedikit “mencari keuntungan” dengan mengambil barang – barang yang masih dipakai pemilik / belum dibuang, tapi tentunya tidak semua pemulung mempunyai tabiat jahat seperti itu, banyak dari mereka yang benar – benar menjalankan profesi mereka sebagai pemulung sejati ( benar – benar mangambil barang yang sudah dibuang ).

Selain pemulung tertulis juga peringatan terhadap salesman atau orang yang menawarkan barang – barang dagangan mereka ke rumah – rumah ( door to door ). Hal ini terasa aneh bagi saya, apa salahnya seorang salesman menawarkan barang daganganya ke rumah kita ???. Dengan adanya salesman menurut saya akan memberikan sedikit kemudahan kepada kita untuk mendapatkan barang yang ingin kita beli, walaupun kadang harga yang ditawaran akan jauh lebih tinggi dari harga sesungguhnya dipasaran, toh seandainya kita tidak membeli barang yang ditawarkan, kita tetap akan sedikit diuntungkan dari penawaran seorang salesman karena kita akan tahu informasi tentang adanya barang baru dipasaran, penggunaan, serta kisaran harganya. Seorang salesman saat menawarakan barang daganganya ( produk ) pasti akan disertai dengan penjelasan secara rinci tentang manfaat produknya, cara pemakainya, harganya ( versi salesman ), serta informasi lain yang menarik bagi customer agar mau membeli produk yang ditawarkan. Hal ini sangat membantu kita agar tahu semua informasi tentang produk tersebut, untuk opsi membeli atau tidak itu tergantung keputusan akhir kita.

Peringatan seperti yang tergambar diatas menurut saya perlu dipertimbangkan lagi, karena tidak semua manusia mempunyai nasib yang bagus terkait dengan profesi, pendapatan dan jalan hidup mereka. Bagi seorang pemulung mendapatkan hasil memulung, menjualnya dan kemudian memperoleh uang, akan sangat membantu kelanjutan hidup mereka. Begitu juga seorang salesman yang dengan rela berpanas – panasan memasarkan produk agar mendapatkan uang atau gaji dari perusahaan tempat mereka bekerja. Berpikir positif saya kira akan lebih menyenangkan, dengan membiarkan pemulung mengais sampah dengan semestinya kita akan sedikit membantu mereka menambah penghasilan, begitu juga dengan obyek lainya yang tertulis dalam peringatan diatas ( tentunya disertai sedikit kewaspadaan ).

Tulisan ini juga saya  muat di Safety Cafe

Entry filed under: Info, Jendela hati, Konglomerat, Lamunan, Marketing. Tags: .

Perdagangan Nyata di Dunia Maya mau ngapain ???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


KLIK DISINI ! DAPATKAN RIBUAN DOLLAR, GARTIS !!!

KoMpuTErMU

IP
Orang yang memiliki kesempatan membaca adalah orang yang bahagia. Karena dia bisa memetik bunga dari taman alam semesta, bisa berkeliling mengitari keajaiban dunia dan bisa melipat waktu dan tempat. ( La Tahzan )

Goresan terakhir

Blogbox
Average rating
Create your own Blogbox!

RSS Gangs Kapak Community

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Detik dot com

RSS Detik Bola

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Arsip


%d blogger menyukai ini: